Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Sekarang, menjadi seorang pengusaha mandiri telah menjadi keinginan utama kebanyakan orang dewasa. Siapa yang tidak ingin menjadi bos setidaknya sekali dalam seumur hidup. Itu hanya bisa diperoleh dengan berwirausaha sendiri.

Namun demikian, ternyata banyak orang masih menunda-nunda untuk memulai membangun bisnis sendiri, ini karena mereka yang menunda-nunda percaya kepada mitos yang menyesatkan tentang berwirausaha. Berikut ini telah dirangkum 7 mitos tentang berwirausaha, diharapkan setelah membaca ulasan ini, mereka yang percaya pada mitos ini akan segera menghilangkan prasangka mereka yang salah.

Mitos Kewirausahaan

Mitos Kewirausahaan

Mitos Kewirausahaan # 1 : Berwirausaha itu Mudah

Orang yang belum pernah berwirausaha akan mengatakan wirausaha itu mudah, karena wirausaha hanya perlu menyediakan modal dalam jumlah tertentu kemudian keuntungan akan datang dengan sendirinya. Anehnya, orang yang beranggapan bahwa berwirausaha itu mudah juga tidak pernah memulai wirausaha. Entah kenapa, mungkin karena mereka belum terdesak oleh keadaan atau kebutuhan keluarga dan masih nyaman menjadi karyawan gajian.

Fakta : Kewirausahaan tampaknya terlihat mudah namun ternyata tidak pada kenyataannya. Banyak sekali rintangan dan tantangan terutama pada saat memulai berwirausaha. Dengan niat dan tekat yang bulat serta ketekunan dan kesabaran, seorang wirausaha dapat meraih kesuksesan.

Mitos Kewirausahaan # 2 : Berwirausaha itu Sulit

Prasangka ini adalah kebalikan dari mitos yang pertama. Banyak orang mengaggap berwirausaha itu sulit. Hanya orang yang pandai dan beruntung saja yang bisa sukses berwirausaha.

Fakta : Padahal, sebagian besar orang yang sekarang sukses berwirausaha dahulunya dia tidak mengetahui apa-apa tentang teori kewirausahaan. Namun dengan tekad dan ketekunan mereka selalu belajar dan belajar apapun yang berhubungan dengan bisnis mereka. Mereka fokus kepada tujuan awal mereka yaitu ingin sukses berwirausaha. Membangun kewirausahaan memang tidak mudah, namun jalan menuju kesuksesan bisa diraih dengan upaya yang maksimal. Perlu adanya rencana yang matang dan fokus pada tujuan. Hasil pasti bisa dicapai. Banyak faktor yang perlu diperhatikan sebagai penentu keberhasilan seseorang dalam berwirausaha.

Mitos Kewirausahaan # 3 : Tingkat Kegagalan Wirausaha Tinggi

Angka statistik menunjukkan bahwa 95% dari wirausahawan gagal dalam bisnisnya alias bangkrut dalam 5 tahun pertama. Kemudian, 95% dari wirausahawan yang dapat bertahan di 5 tahun pertama, gagal dalam 5 tahun selanjutnya.

Dengan mengacu pada statistik, kita dapat menyimpulkan bahwa tingkat kegagalan berwirausaha sangat tinggi. Namun, keberhasilan Anda sebagai perintis bisnis tidak akan ditentukan oleh angka statistik tetapi sepenuhnya ditentukan oleh kerja keras dan sikap Anda menghadapi rintangan dalam bisnis. Tidak hanya pada lingkup wirausaha, pada aspek kehidupan yang lain seperti menjadi atlet, artis, mendapat beasiswa, selalu lebih besar orang yang gagal daripada yang berhasil.

Fakta : Tingkat kegagalan yang tinggi sangat bisa Anda atasi dengan menguasai medan “pertempuran” di bisnis yang Anda jalankan. Semakin Anda mahir dan ahli dalam bidangnya maka peluang untuk gagal akan semakin tipis dan dapat Anda antisipasi dengan segera. Dalam berwirausaha selalu ada harapan untuk sukses, serumit apapun kendalanya.

Mitos Kewirausahaan # 4 : Risiko Tinggi

Banyak orang berpendapat bahwa berwirausaha mempunyai risiko yang tinggi, itulah salah satu alasan mengapa mereka selalu mengurungkan niatnya untuk berwirausaha.

Fakta : Padahal pada setiap keputusan apapun dalam hidup ini ada risikonya. Dimulai dari yang terkecil, misalnya kita hendak menyebrang jalan. Risiko untuk tertabrak kendaraan bermotor adalah sangat mungkin terjadi. Namun mengapa kita bisa selamat sampai di sebrang tanpa tertabrak? Itu Karena kita bertindak hati-hati, waspada dan fokus untuk menyebrang jalan sehingga risiko tertabrak bisa dihindari.

Demikian juga halnya dengan berwirausaha, risiko berwirausaha yang ada bisa kita minimalisir, antisipasi dan dihindari jika kita berhati-hati, fokus pada tujuan, dan tidak cepat menyerah pada rintangan. Cara terbaik untuk mengurangi risiko adalah dengan meningkatkan peluang keberhasilan. Selain itu, risiko dapat diantisipasi dengan berjalan tetap pada “jalur” rencana yang ditetapkan sebelumnya.

Mitos Kewirausahaan # 5 : Saya Perlu Uang Banyak untuk Mulai Wirausaha

Pernyataan ini tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Sejumlah uang tertentu memang dibutuhkan untuk memulai usaha namun banyak cara untuk mulai berwirausaha tanpa membutuhkan modal banyak. Modal yang utama dalam berwirausaha adalah kreatifitas dan ketekunan.

Mitos Kewirausahaan # 6 : Saya Bukan Orang yang Lahir Sebagai Pengusaha

Banyak juga orang berfikir, pengusaha yang sukses dalam bisnis dikarenakan orang tua mereka adalah pengusaha sukses juga. Mereka berfikir darah wirausaha mengalir dari orang tuanya.

Fakta : Anggapan seperti ini sepenuhnya adalah mitos yang menyesatkan. Banyak bukti anak pengusaha sukses tidak banyak yang mengikuti jejak orang tuanya untuk menjadi pengusaha dan sebaliknya, orang-orang yang sukses berwirausaha adalah bukan anak dari pengusaha. Kesimpulannya tidak ada seseorang yang terlahir sebagai pengusaha. Menjadi wirausahawan sukses adalah hasil dari kerja keras dan ketekunan seseorang dalam bidang ekonomi.

Mitos Kewirausahaan # 7 : Saya Akan Menjadi Pengusaha Hanya Ketika Saya Sudah Kaya

Anggapan ini menguatkan mitos sebelumnya yaitu “saya perlu uang banyak untuk mulai wirausaha”. Jangan pernah mempunyai keputusan demikian karena kemungkinannya akan sangat kecil sekali bagi Anda untuk memulai wirausaha. Hal ini mengindikasikan Anda akan berwirausaha jika keadaan Anda sudah mapan, hidup tenang dan tidak terbelit masalah keuangan.

Fakta : Banyak wirausahawan yang kini meraih kesuksesan mempunyai kisah hidup yang jauh dari kenikmatan dunia, hidup serba kekurangan, banyak hutang, banyak kebutuhan keluarga, gaji tidak cukup, perantauan, belum punya rumah sendiri alias masih bersama mertua, bahkan terkena PHK. Justru dengan semua kekurangan yang mereka rasakan itulah motivasi utama untuk bertekad “saya harus berhasil dan tidak boleh gagal”. Waspadalah jika Anda sekarang berada di “Zona Nyaman” untuk tidak perlu melakukan apapun karena semuanya telah cukup dan tersedia. Karena pengusaha sukses lahir dari lingkungan “Zona Tidak Nyaman” dan mereka dapat berhasil.

Semoga bermanfaat!

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ