Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Akuntansi Pajak Perusahaan

 

Akuntansi Pajak Perusahaan

Akuntansi Pajak Perusahaan

Sebagaimana yang telah kita ketahui, pajak merupakan sumber pendapatan negara utama. Tanpa pajak, negara akan sangat mengalami kesulitan untuk melakukan pembiayaan belanja negara sehingga pembangunan pun tidak akan dapat dilaksanakan. Untuk itu harus bisa dipastikan bahwa pajak selalu dibayarkan oleh wajib pajak demi kelangsungan pembangunan bangsa. Wajib pajak meliputi warga negara secara perorangan maupun secara kelompok yaitu badan-badan usaha yang berada dalam wilayah negara. Tentu saja diperlukan sebuah acuan yang jelas untuk bisa menghitung besarnya pajak yang harus dibayarkan oleh setiap wajib pajak. Maka, akuntansi pajak sangat diperlukan untuk menjawab permasalahan ini.

Adapun akuntansi pajak dapat didefinisikan sebagai kegiatan akuntansi yang dilakukan dengan tujuan untuk menghitung dan menetapkan pajak terutang yang akan dibebankan pada wajib pajak. Selain itu akuntansi pajak memiliki fungsi sebagai pengolah data kuantitatif yang memuat perpajakan dan yang akan disajikan dalam suatu laporan keuangan. Akuntansi pajak juga memiliki peran dalam menyediakan laporan keuangan dan informasi lain yang berkaitan dengan masalah keuangan tersebut pada administrasi pajak. Masalah akuntansi pajak berhubungan dengan peraturan perundang-undangan tentang pajak.  Peraturan perundangan ini memiliki prioritas untuk dipatuhi melebihi kelaziman praktik akuntansi. Peraturan perundangan yang menyangkut pajak di Indonesia meliputi peraturan pemerintah, Undang-undang perpajakan, keputusan presiden, keputusan menteri, keputusan direktorat jenderal pajak, dan keputusan peradilan pajak.

Pelaksanaan penarikan pajak memiliki tujuan yang mencakup aspek alokasi kebijakan pajak,  aspek stabilisasi, dan aspek distribusi. Aspek alokasi kebijakan pajak harus mengacu pada sikap netral sehingga tidak cenderung pada alokasi tertentu dan menyerahkan pada mekanisme pasar. Aspek distribusi dimaksudkan untuk mempengaruhi penyebaran kepemilikan faktor-faktor produksi dan mengusahakan pemerataan hasil pembangunan yang dinikmati oleh rakyat Indonesia. Aspek stabilisasi dimaksudkan untuk mewujudkan stabilitas ekonomi melalui pemungutan pajak. Stabilitas ekonomi yang dimaksud meliputi stabilitas harga, stabilitas SDM, dan stabilitas tingkat inflasi. Selain itu akuntansi pajak juga memiliki peran sebagai penyedia laporan keuangan yang menyajikan data yang akan dijadikan dasar penghitungan penghasilan kena pajak. Maka, akuntansi pajak harus mampu menyediakan data yang dimaksud agar dapat memberikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan.

Bidang kerja akuntansi pajak meliputi semua hal yang menurut peraturan perundangan perpajakan wajib dikenai pajak. Pajak yang dapat dikenakan pada wajib pajak meliputi pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, pajak kepemilikan kendaraan bermotor, pajak pertambahan nilai, dan lain sebagainya.  Pajak tersebut juga dapat dikenakan pada orang per orang wajib pajak, namun juga orang dalam perkumpulan seperti perusahaan dan lembaga lainnya. Besarnya pajak juga tidak sama. Sedangkan untuk perusahaan wajib membayarkan pajak pertambahan nilai. Namun, dalam praktiknya pajak pertambahan nilai ini dibebankan oleh perusahaan pada konsumen yang membeli produk atau menikmati jasanya.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ