Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Kas bisa disebut juga uang yang dimiliki perusahaan. Kas memiliki peran penting dalam perusahaan, dimana kas lah yang akan membayar semua gaji karyawan, pajak, deviden, dan pengeluaran lain. Kas ini dipengaruhi oleh pemasukan uang dan pengeluaran uang perusahaan. Kas memiliki 2 arus, yaitu arus kas masuk dan arus kas keluar.

Arus kas masuk ini adalah segala bentuk pemasukan yang diperoleh perusahaan, sedangkan arus kas keluar adalah segala bentuk pengeluaran perusahaan. Jika perusahaan kekurangan kas, maka ini akan mengakibatkan beberapa kewajiban pembayaran tidak bisa dipenuhi. Oleh sebab itu, arus kas harus selalu dipantau dengan analisis arus kas. Jangan sampai kas keluar lebih besar dari kas masuk.

Analisis Arus KasAnalisis arus kas penting dilakukan karena ini menjadi sebuah alat untuk mengetahui arus kas, seperti dari mana kas tersebut didapatkan dan untuk apa kas tersebut digunakan. Selain itu, perusahaan membutuhkan analisis ini untuk meningkatkan pendapatan serta menilai tingkat likuiditas.

Dalam analisis kas ini, ada beberapa alat ukur yang digunakan, antara lain:

  • Rasio kecukupan, yaitu sebuah alat ukur untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kas dari sejumlah operasi. Jika rasio > 1, maka ini bisa dikatakan cukup. Namun, jika rasio < 1, maka bisa dikatakan kurang atau tidak cukup. Makin tinggi nilai rasio, maka semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam mendatangkan uang kas. Rasio kecukupan ini dapat dibagi menjadi tiga rasio, yaitu rasio yang akan digunakan untuk membeli harta tetap, untuk melunasi hutang dalam jangka panjang, dan untuk membayar deviden.
  • Rasio efisiensi, yaitu rasio yang digunakan guna mengetahui investasi yang dilakukan perusahaan sebagai sumber dana produktif. Rasio efisiensi ini dapat menunjukkan aliran kas yang dihasilkan dalam setiap 1 rupiah aktiva, pendapatan, serta laba.
  • Arus kas bebas, yaitu arus kas yang telah dikurangi pengeluaran modal serta deviden. Arus kas bebas ini bisa dikatakan juga sebagai arus kas yang tidak terikat pada pembayaran lain. Arus kas bebas ini dibagi menjadi 2, yaitu arus kas bebas negative, yang akan memberikan indikasi bahwa perusahaan tidak dapat memenuhi pengeluaran deviden dan modal. Sedangkan arus kas positif sebaliknya. Arus kas bebas positif memberikan indikasi bahwa perusahaan memiliki rasio kecukupan yang semakin baik.

Itulah sedikit informasi mengenai analisis arus kas. Selain untuk menganalisis arus kas perusahaan, Mungkin analisis ini pun bisa digunakan dalam pengelolaan keuangan rumah tangga Anda. Rumah tangga sama halnya dengan sebuah perusahaan mini, dimana arus pemasukan harus lebih tinggi dibanding arus pengeluaran atau minimal seimbang. Dengan adanya analisis ini, Anda bisa memantau pemasukan serta pengeluaran dalam anggaran rumah tangga Anda. Selamat mencoba!

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ