Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Cara Pengisian SPTAnda pasti tahu apa itu SPT. Namun, belum banyak orang yang mengetahui cara pengisian SPT ini. Nah, dalam artikel ini akan dibahas tentang pengisian SPT yang benar. SPT PPh adalah sebuah formulir wajib pajak yang harus diisi oleh subjek pajak untuk melaporkan kewajiban perpajakan. SPT ini bisa diunduh di situs pajak atau di kantor pelayanan pajak. Setiap tahun, biasanya Ditjen Pajak akan memberikan lembaran SPT tahunan secara rutin ke pasar orang-orang yang terkena wajib pajak. SPT tahunan ini dikirimkan sesuai dengan alamat yang tertera pada lembar pendaftaran.

Dalam pengisian SPT tahunan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengisi formulir tersebut. Hal-hal yang harus diperhatikan tersebut antara lain:

  • Perhatikan Catatan Lain Sebelum Mengisi Formulir

Isi identitas Anda yang ada di setiap lembar formulir seperti nama, NPWP, tahun pajak, dan tanda tangan. Jika identitas ini terlewat, maka SPT tersebut dianggap tidak sah. Selain itu, jika SPT menunjukkan adanya kurang bayar, maka sebelum formulir SPT tersebut diserahkan ke kantor pajak bayar dahulu kekurangannya sebelum tanggal jatuh tempo. Pembayaran ini bisa dilakukan melalui kantor pos atau bank.

  • Perhatikan Jenis Formulir yang Diberikan

Sejak tahun 2008 seiring dengan diberlakukannya sunset policy, Ditjen pajak menerbitkan formulir SPT Wajib Pajak Orang Pribadi Sangat Sederhana. Formulir tersebut diberikan bagi wajib pajak yang penghasilannya di bawah Rp. 60 juta. Selain itu, Anda dapat memilih formulir PPh pribadi untuk satu pemberi kerja yaitu formulir 1770 s melalui situs Ditjen Pajak dan formulir 1770 untuk pekerja bebas yang dapat diunduh dari situs Ditjen Pajak.

  • Format dan Tata Cara Pengisian Ketiga Format Pada Dasarnya Sama

Yang membedakan dari ketiga formulir ini adalah untuk format pada formulir 1770 cc yaitu formulir yang sederhana, pengisiannya lebih mudah karena informasinya sederhana. Contohnya, dalam lampiran penghasilan netto dalam negeri, pengisi tidak lagi harus mengisi informasi sumber dan jenis penghasilan.

  • Ketahuilah Besarnya Penghasilan yang Kena pajak

Dalam SPT tidak akan tertera jumlah penghasilan yang terkena pajak, Oleh karena itu, sebelum mengisi SPT, ketahuilah besarnya penghasilan yang terkena pajak.

  • Ketahui Juga Penghasilan yang Tidak Kena Pajak

Selain ditetapkan besarnya jumlah penghasilan yang terkena pajak, ditetapkan juga penghasilan yang tidak kena pajak atau PTKP. PTKP ini adalah batas minimal penghasilan seseorang yang tidak dikenai pajak penghasilan. Jadi, jika penghasilan Anda di bawah PTKP Anda tidak usah ribet lagi mengisi SPT. Namun begitu, bukan berarti Anda harus melupakan SPT ini, melainkan harus tetap dilaporkan kepada Ditjen Pajak.

  • Ketahui Tambahan Tarif Lain

Dalam pengisian SPT, ada juga tambahan tarif atas kekayaan. Tarif tambahan ini meliputi tariff pajak objek pajak (PBB), BPHTB, tariff pajak penjualan atas barang mewah, ekspor barang, dan tarif pajak pertambahan nilai.

Itulah cara pengisian SPT yang baik. Semoga bermanfaat.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ