Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Perhitungan Upah LemburPerhitungan upah lembur adalah perhitungan berapa besarnya upah yang diberikan saat karyawan melakukan kerja lembur. Perhitungan upah ini berdasarkan pada ketentuan-ketentuan yang sudah diatur dalam Keputusan Menteri tahun 2004 lalu. Dalam Pasal 1 Kep-102/MEN/VI/2004, dijelaskan bahwa ketentuan jam lembur adalah sebagai berikut.

  • Waktu kerja lembur merupakan waktu kerja yang lebih dari 7 jam perhari, serta 40 jam  perminggu dan 6 hari dalam 1 minggu. Jadi, jam kerja di luar jam-jam tersebut bisa dikatakan sebagai lembur.
  • Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang lebih dari 8 jam sehari, serta 40 jam seminggu dan 5 hari kerja seminggu.
  • Waktu kerja lembur merupakan waktu kerja yang dilakukan pada hari istirahat atau hari libur yang ditetapkan pemerintah.

Kerja lembur ini tidak berlaku untuk beberapa golongan jabatan karena pekerja tersebut dinilai sudah memiliki upah yang tinggi. Pekerja seperti ini biasanya memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai perencana, pemikir, pelaksana serta pengendali jalannya perusahaan. Pekerja ini memiliki waktu kerja yang tidak dibatasi oleh waktu kerja yang telah ditetapkan dalam undang-undang.

Dalam ketentuan kerja lembur ini, pemerintah member batasan maksimal untuk perusahaan saat menginstruksikan kerja lembur kepada karyawannya. Batasannya adalah kerja lembur tidak lebih dari 3 jam dalam satu hari dan 14 jam dalam satu minggu. Tapi, untuk kerja lembur yang dilakukan di hari istirahat atau hari libur, ketentuan tersebut tidak berlaku.

Adapun syarat-syarat dalam melaksanakan kerja lembur antara lain:

  • Adanya perintah tertulis dari perusahaan.
  • Karyawan setuju untuk melakukan kerja lembur.
  • Ada rincian pelaksanaan lembur.
  • Ada bukti berupa tanda tangan dari kedua pihak.

Bagi perusahaan yang menginstruksikan pekerjanya untuk lembur, maka perusahaan tersebut wajib membayar upah kerja lembur sesuai dengan perhitungan upah lembur yang berlaku; memberikan waktu yang cukup untuk istirahat, memberikan makanan dan minuman dengan kalori lebih dari 1.400 kalori jika lembur dilakukan lebih dari 3 jam. Pemberian makanan dan minuman ini tidak bisa diganti dengan uang.

Teknis untuk menghitung upah lembur ini berdasarkan Keputusan Menteri No. 102/MEN/VI/2004, dengan ketentuan berikut.

  • Besarnya perhitungan upah lembar berdasarkan upah bulanan.
  • Cara menghitung upah lembur ini adalah 1/173 dikalikan upah bulanan.

Dasar perhitungan ini adalah upah pokok yang ditambah dengan tunjangan tetap. Tapi jika upah keseluruhan sudah termasuk dengan tunjangan-tunjangan, dimana upah pokok yang ditambah dengan tunjangan tetap masih kurang dari 75%, maka upah lembur dihitung 75% dari upah keseluruhan.

Itulah sedikit informasi tentang jam kerja lembur dan perhitungan upah lembur yang ada di negara kita. Semoga bermanfaat.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ