Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Membuat Cash Flow SederhanaDalam suatu kegiatan usaha pasti akan ada yang namanya arus kas atau biasa disebut dengan istilah cash flow, dimana arus kas ini bisa dilakukan melalui transaksi yang dilakukan oleh perusahaan berupa pendapatan maupun pengeluaran yang dilakukan dalam periode tertentu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika kita akan membuat laporan arus kas yakni diantaranya, yang harus dilaporkan adalah transaksi kas entah itu darimana alirannya, kemudian yang harus dilaporkan selanjutnya adalah darimana alirannya, dan yang terakhir laporan kas dimulai pada saat transaksi dimulai hingga transaksi berakhir.

Dari ketiga hal yang harus diperhatikan diatas maka dengan mengikuti langkah tersebut otomatis cash flow tersebut bisa dibuat secara sederhana karena tidak memasukan aktivasi-aktivasi lain selain dari yang telah disebutkan. Untuk yang mempunyai usaha kecil pastinya laporan arus kas yang harus dibuat pun bisa disederhanakan karena aktivasi yang dilakukan juga sangat sedikit.

Adapun secara umum laporan arus kas dibuat dengan menggunakan dua metode yakni metode secara langsung, dan metode tidak langsung. Kedua metode ini pada dasarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan karena keduanya sama-sama melaporkan aliran kas, kemudian keduanya sama-sama meliputi arus kas darai aktivasi opersional, investasi, dan pembiayaan. Akan tetapi perbedaannya bisa kita lihat dari penggunaan laporannya. Metode langsung biasanya melihat laporannya langsung dari buku kas sedangkan metode tidak langsung dilihat dari laporan laba rugi.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ