Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Format Laporan Keuangan Bank

 

Laporan Keuangan Bank

Laporan Keuangan Bank

Seperti yang kita tahu, semua instansi atau perusahaan pasti membutuhkan laporan keuangan. Dengan adanya laporan keuangan, aktivitas dari suatu perusahaan bisa dipantau oleh pimpinan. Laporan keuangan pun tentunya harus dibuat secara benar dan sesuai prosedur. Sehingga disini kita akan membahas seputar pembuatan laporan keuangan, salah satunya pembuatan laporan keuangan bank.

Bank merupakan salah satu instansi yang berkecimpung di bidang perputaran uang, laporan keuangan selalu dibuat setelah jam kerja berakhir. Laporan keuangan harian seperti itu sangat penting untuk dibuat karena dengan begitu, para staff bisa mengetahui berapa pemasukan dan berapa pengeluaran dalam sehari. Namun pada dasarnya, laporan besar juga dibutuhkan setiap bulan, triwulan, ataupun tahunan.

Format laporan keuangan bank juga terlihat cukup sederhana karena pos-pos berisi aktiva yang memeberikan informasi secara jelas mengenai likuiditas. Namun, sebelum kita beranjak lebih jauh, mungkin kita semua patut memahami bahwa ada dua macam bank, yaitu bank konvensional dan bank syariah. Lalu, bagaimanakah laporan keuangan bank syariah?

Dan kita lanjut akan membahasnya disini. Juga perlu anda ketahui bahwa laporan keuangan baik bank konvensional maupun syariah mempunyai beberapa arti penting yang sama, seperti kepentingan dari masyarakat, pemegang saham, nasabah, manajemen bank, pemerintah, perpajakan, dan juga karyawan bank itu sendiri. Karakteristik dari laporan keuangan bank syariah adalah menekankan pada asas keseimbangan seperti yang kita bahas dalam arti penting diatas.

Ada tiga asas yang harus dijadikan alandasan dari pembuatan laporan keuangan, yaitu asas kemitraan, transparasi, dan asas universal. Selain itu, laporan keuangan dari bank syariah ini juga harus mencerminkan bank syariah sebagai investor dan pengelola yang memiliki hak dan kewajiban yang sudah diatur, mencerminkan bank syariah sebagai pemegang amanah social, serta mencerminkan kebermanfaatan bank syariah sebagai institusi terhadap nasabahnya berdasarkan suatu akad.

Format laporan keuangan bank syariah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bank konvensional, dan bank syariah sebenarnya hampir sama. Ada neraca aktiva dan passive yang mengaturnya. Namun, yang perlu kita garis bawahi disini adalah perbedaan peraturan yang dimiliki oleh bank syariah dan bank konvensional. Pengaturan dana investasi juga pasti berbeda dari bank konvensional.

Jika anda ingin mengetahui format laporan bank syariah dengan selengkap-lengkapnya, anda bisa mencarinya di internet. Di internet, anda akan menemukan perbedaan format uraian neraca yang digunakan oleh bank konvensional dan juga bank syariah. Untuk lebih tepatnya, cobalah sendiri untuk mengunjungi situs atau blog yang berkaitan dengan akuntansi atau ekonomi yang bisa memberikan anda info format laporan keuangan yang anda butuhkan. Jadi, selamat mencoba dan semoga anda bisa terbantu dengan yang anda dapatkan di internet.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ