Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Pada saat ini, banyak orang masuk ke bisnis sendiri dengan maksud untuk menghasilkan uang lebih banyak daripada gaji mereka pada saat menjadi karyawan. Namun setelah berwiraswasta, banyak juga orang yang selama bertahun-tahun merintis bisnis namun masih jatuh bangun dan sulit untuk bangkit dan berkembang. Dan ada pula yang belum lama memulai bisnis, tapi usahanya sudah bisa dikatakan sukses. Apa penyebabnya?

Perbedaan yang membuat hasil bisnis mereka berbeda adalah ditentukan oleh seberapa besar “PASSION” mereka terhadap bisnis yang sedang dijalankan. Passion bisa diartikan GAIRAH. Artinya, semakin seseorang mempunyai gairah terhadap suatu hal tertentu maka dia akan mengerjakannya dengan sepenuh hati, bahkan rela tidak dibayar. Begitu pula dalam bisnis. Gairah terhadap sesuatu menimbulkan motivasi dalam bekerja.

Gairah dalam Bisnis

Gairah dalam Bisnis

Sebaliknya, jika seseorang tidak tidak bergairah terhadap sesuatu maka dia tidak akan mempunyai motivasi yang abadi untuk bisnis yang dijalankan. Sedikit saja dia menemukan rintangan maka dalam sekejap dia akan menyerah dan memilih untuk menghentikan bisnisnya.

Sebagai contoh jika ada seorang wanita feminim membuka usaha bengkel motor dimana dia sama sekali tidak tertarik dengan semua hal yang berbau motor walaupun dia mempunyai pengetahuan banyak tentang pekerjaan montir. Sedikit saja dia menemukan masalah pada usahanya maka dia akan cepat menyerah.

Sebaliknya, bayangkan jika Anda senang sekali memancing, lalu Anda membuka toko peralatan memancing dan buku-buku panduan cara memancing yang benar. Kemudian Anda membuat suatu grup memancing bersama yang diadakan setiap minggu. Pasti pekerjaan Anda sebagai penjual alat-alat pancing akan sangat menyenangkan karena Anda mengerjakan hobi Anda.

Bekerja sebagai karyawan terkadang menyebalkan karena pekerjaannya tidak sesuai dengan jiwa kita, namun kita terpaksa melakukannya demi kelangsungan upah yang pasti setiap bulannya. Berbeda halnya dengan menjadi pengusaha. Pengusaha melakukan pekerjaannya tentu dengan senang hati dan sepenuh tenaga karena mereka tahu hasil kerjanya akan mereka nikmati sendiri tanpa harus berbagi dengan “sang bos”. Pada masa awal merintis usaha, pengusaha rela bekerja dengan “tidak digaji” oleh usahanya sendiri demi meraih target bisnisnya.

Pada bahasan terakhir, kita akan mengupas sedikit persamaan yang biasanya dimiliki oleh pengusaha yang sukses, yaitu:

Pertama, para pengusaha sukses memiliki semangan yang kuat untuk melakukan apa yang menjadi kewajibannya demi menuju kesuksesan usaha bisnisnya. Kedua, pengusaha yang sukses terus mengasah kemampuan dan mudah beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, perkembangan teknologi. Ciri pengusaha sukses juga mudah menerima kritik dan saran serta mempunyai jaringan yang luas. Ketiga, kisah pengusaha sukses biasanya sepenuhnya fokus terhadap apapun yang mereka lakukan untuk mencapai tujuan tertentu.

Semoga Berguna..

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ