Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook
Akuntansi Syariah

Akuntansi Syariah

Sistem keuangan syariah kini semakin popular dan menjadi pilihan banyak kalangan. Fakta yang bisa kita lihat sekarang adalah banyaknya lembaga keuangan yang mengadopsi sistem keuangan syariah. Hal utama yang membuat banyak orang memilih sistem keuangan tersebut adalah jaminan kemaslahatan bagi setiap pihak yang berkepentingan. Pada prinsipnya, tujuan utama sistem keuangan syariah adalah transaksi keuangan yang adil sesuai dengan hak masing-masing pihak. Prinsip-prinsip kebaikan untuk bersama yang di kedepankan oleh sistem keuangan syariah sebenarnya juga dimiliki oleh sistem keuangan konvensional, hanya saja sistem keuangan konvensional lebih condong mendahulukan kepentingan pemilik modal.

Seperti sistem keuangan lain, saat ini kita juga mengenal jurnal akuntansi syariah untuk pencatatan laporan keuangan yang terjadi pada transaksi sesuai prinsip-prinsip syariah islam. Ada beberapa perbedaan antara bentuk laporan keuangan pada jurnal akuntansi syariah dengan akuntansi konvensional. Perbedaan yang pertama adalah pada cara menentukan nilai atau harga.

Pada akuntansi konvensional banyak pakar akuntansi masih berbeda pendapat dalam metode penentuan harga atau nilai sebagai cara untuk melindungi modal, bahkan pengertian modal pokok masih belum ditentukan hingga saat ini. Pada akuntansi syariah, penentuan nilai atau harga merunut pada nilai tukar yang berlaku pada suatu saat untuk melindungi modal pokok berdasar kemampuan produksi pada waktu yang akan datang.

Perbedaan prinsipil lain antara akuntansi konvensional dengan akuntansi syariah adalah pada bagaimana memfungsikan mata uang semisal emas, perak atau barang lain yang memiliki nilai tukar. Pada akuntansi konvensional uang atau alat tukar tersebut menjadi tujuan utama sebagai penambah pemasukan, sedangkan pada akuntansi yang berdasarkan syariah, mata uang tersebut berfungsi hanya sebagai alat untuk mengukur atau memberi nilai tukar, karena yang dimaksud modal dalam keuangan syariah bukanlah sepenuhnya uang, melainkan terbagi dua yaitu modal berupa uang atau cash dan modal berupa barang ataustock. Modal berupa barang inilah yang nanti menjadi barang milik dan barang dagang dan disini mata uang membantu untuk memberi nilai.

Hal penting lain pada jurnal akuntansi syariah adalah pada pencatatan laba. Akuntansi konvensional menggunakan konsep laba universal yang berarti laba pencatatan laba dari sumber manapun tidak dibedakan; termasuk seandainya yang berasal dari transaksi yang “haram” menurut kaidah islam. Sebaliknya , pada sistem keuangan yang berbasis syariah pencatatan laba dibedakan antara yang berasal dari modal pokok dan dari aktivitas utama dengan yang berasal dari transaksi, karena boleh jadi laba yang didapat berasal dari transaksi yang bersifat haram menurut syariah islam.

Untuk hal ini, penjelasan terhadap laba yang boleh jadi berasal dari sumber yang haram mutlak diperlukan, karena nantinya laba tersebut tidak boleh dibagi dengan rekan usaha atau ditambahkan pada modal pokok, melainkan disalurkan pada tempat-tempat tertentu sesuai hukum islam dan hukum yang berlaku untuk “membersihkan”  laba tersebut dan difungsikan untuk kemaslahatan orang banyak.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ