Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Kerja OutsourcingKerja Outsourcing – Istilah ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda. Setiap tanggal 1 Mei yang diperingati sebagai hari buruh nasional, para buruh sering melakukan demo dengan tuntutan penghapusan sistem outsourcing bagi para pekerja. Sebenarnya seperti apa outsourcing ini? Mari kita simak paparan berikut.

Menurut UU No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Outsourcing bisa dikatakan sebagai penyediaan tenaga kerja. Sedangkan menurut Psikologi Industri, karyawan outsourcing adalah karyawan kontrak yang disediakan oleh sebuah perusahaan jasa tenaga kerja. Mulanya, kerja outsourcing ini hanya berlaku untuk jenis pekerjaan yang tidak berkaitan secara langsung dengan bisnis inti, dengan perusahaan tidak memikirkan jenjang karir seperti Cleaning service, petugas operator, satpam, dan sebagainya. Tapi, sekarang ini sistem outsourcing makin meluas bahkan ke berbagai lini pekerjaan.

Sebenarnya, pihak yang diuntungkan oleh sistem outsourcing ini adalah perusahaan. Dengan menggunakan sistem ini, perusahaan tidak perlu lagi memikirkan penyediaan tunjangan makan, tunjangan transportasi, asuransi, dan fasilitas lainnya. Hal ini karena yang menyediakan semua fasilitas dan tunjangan adalah perusahaan outsourcing.

Sistem ini menguntungkan bagi perusahaan, tapi merugikan bagi pekerja. Beberapa kerugian pekerja dari sistem ini antara lain tidak adanya jenjang karier, adanya pemotongan gaji oleh perusahaan penyedia jasa. Parahnya, karyawan tidak mengetahui berapa besar gajinya yang dipotong perusahaan penyedia jasa.

Pekerja outsourcing umumnya bekerja sesuai dengan kontrak yang dilakukan dengan perusahaan penyedia jasa, bukan dengan perusahaan pengguna jasa.

Nah, sebelum Anda menandatangani surat perjanjian kontrak kerja outsourcing, ada baiknya Anda mengetahui dulu beberapa point berikut yang berkaitan dengan sistem outsourcing.

  • Jangka Waktu Kontrak Kerja

Pastikan perjanjian kontrak kerja Anda sesuai dengan jangka waktu kerja yang telah ditawarkan.  Perjanjian antara pekerja outsourcing dengan perusahaan jasa umumnya sesuai atau mengikuti jangka waktu kerjasama dengan perusahaan pengguna jasa. Ini dimaksudkan agar saat perusahaan pengguna jasa mengakhiri masa kerja atau kerjasamanya dengan perusahaan penyedia jasa, maka artinya berakhir juga kontrak dengan karyawan tersebut.

  • Jam Kerja

Pastikan dalam kontrak tersebut dijelaskan jam kerja Anda. Jam berapa Anda mulai kerja, jam berapa istirahat, dan jam berapa Anda berakhir kerja.

  • Gaji serta Tunjangan

Periksa dalam kontrak kerja Anda apakah gaji dan tunjangan dalam kontrak kerja sudah sesuai dengan kesepakatan atau belum, apakah dipotong oleh perusahaan penyedia jasa atau tidak, dan jika dipotong, berapa besaran potongannya.

  • Tugas dan Posisi Pekerjaan

Pastikan dalam kontrak tersebut dijelaskan posisi serta tugas pekerjaan Anda. Apa saja yang menjadi tanggung jawab Anda selama bekerja di perusahaan tersebut.

  • Lokasi Kerja

Pastikan Anda mengetahui lokasi dimana tempat Anda dipekerjakan.

Semoga bermanfaat ya.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ