Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Sebuah perusahaan biasanya akan memberikan fasilitas kredit untuk pelanggannya. Hal ini dirasa akan menambah transaksi penjualan meskipun dikredit. Penjualan secara kredit ini akan menimbulkan piutang usaha.

Piutang usaha adalah harta perusahaan yang berada pada pihak lain. Piutang sering juga disebut dengan tagihan. Piutang ini biasanya terjadi karena adanya penjualan secara kredit. Dalam dunia usaha, hal ini adalah wajar. Sebuah perusahaan bisa memberikan fasilitas kredit kepada pelanggannya dengan ketentuan tertentu, sehingga pelanggan bisa membayar tagihan secara diangsur atau ditangguhkan.

Piutang UsahaBerdasarkan bukti yang mendukungnya, piutang ini bisa dibedakan menjadi beberapa jenis berikut.

  • Piutang wesel atau wesel tagih, yaitu bentuk tagihan yang dilengkapi alat pembayaran tagihan resmi seperti promes.
  • Piutang usaha biasa, yaitu piutang yang dilengkapi dengan bukti seperti faktur atau bukti lain yang menerangkan bahwa perusahaan telah melakukan penjualan kepada pihak berhutang (debitur).
  • Piutang lain-lain, yaitu piutang yang timbul selain dari piutang yang berasal dari penjualan produk, misalnya pinjaman kepada karyawan.

Jika dibandingkan dengan piutang biasa, piutang wesel tagih lebih aman karena ada jaminan pembayaran akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan. Wesel tagih biasanya akan didukung oleh promes. Promes adalah perjanjian secara tertulis tentang pembayaran piutang pada tanggal tertentu. Wesel ini merupakan sebuah alat bukti yang bisa dinegosiasikan serta dibubuhi tanda tangan pemberi hutang serta pemilik hutang.

Wesel tagih biasanya mengandung unsur bunga yang disebabkan oleh nilai waktu dari nilai uang yang dipinjamkan. Meskipun demikian, wesel dapat dikelompokkan sebagai berikut.

  • Wesel tagih berbunga, yaitu wesel yang mempunyai suku bunga yang telah ditetapkan oleh pihak pemberi hutang. Bunga yang telah ditetapkan akan ditambahkan dengan jumlah nilai hutang sebagai pembayaran tagihan pada tanggal jatuh tempo. Bunga ini dinyatakan dalam bentuk prosentase. Misalnya, Anda membeli produk senilai Rp. 1.000.000,- dengan bunga 20% per tahun. Jadi, hutang Anda bernilai 20% x Rp. 1.000.000,- + Rp. 1.000.000,- = Rp. 1.200.000. Jika Anda mengangsurnya dalam waktu 12 bulan, maka tiap bulannya Anda harus membayar sebesar Rp. 100.000,-.
  • Wesel tagih tanpa bunga, yaitu tagihan yang tidak mengandung bunga, sehingga pemilik hutang tidak akan merasa terbebani. Jadi, saat jatuh tempo, besaran nominal yang dibayarkan hanya sebesar nilai nominal hutang saja.

Piutang memang sangat lekat dengan dunia usaha. Kita tidak bisa menghindari yang namanya piutang usaha. Namun, ketika kita memberikan piutang kepada pihak lain, bersikap bijaklah. Cek kesanggunggupan debitur dalam melakukan pembayaran. Ini akan sedikit menghindari Anda dari piutang tak tertagih. Semoga sedikit informasi ini menambah wawasan Anda yang baru mulai berkecimpung dalam dunia usaha. Selamat berbisnis.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ