Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Mungkin Anda tahu apa itu akuntansi. Akuntansi ini menjadi salah satu mata pelajaran si SMA. Bagaimana dengan akuntansi syariah? Secara etimologi, akuntansi berasal dari kata accounting dalam bahasa Inggris. Sedangkan dalam bahasa Arab akuntansi disebut Muhasabah. Kata ini berasal dari hata hasaba, hasiba, muhasabah yang mengandung arti memperhitungkan, mendata, menimbang atau menghisab secara teliti dan dicatat dalam pembukuan. Kata ‘hisab’ ini dapat ditemukan banyak dalam Al-Quran dengan pengertian angka atau jumlah. Dengan begitu, dapat diartikan bahwa akuntansi syariah adalah pengidentifikasian, pengklasifikasian, serta pelaporan dalam pengambilan keputusan ekonomi yang berdasar pada prinsip syariah.

Akuntansi Syariah

Akuntansi Syariah

Akuntansi syariah ini hendaknya tidak mengandung kezaliman, maysir atau judi, riba, gharar atau penipuan, serta yang berhubungan dengan barang haram dan membahayakan.

Akuntansi syariah ini berorientasi pada sosial. Ini berarti bahwa akuntansi ini tidak melulu hanya menjadi alat penerjemah keadaan ekonomi dalam bentuk moneter, tapi menjadi metode untuk menjelaskan bagaimana keadaan ekonomi ini berjalan di masyarakat Islam juga. Akuntansi syariah ini juga termasuk isu-isu yang tidak bisa dipikirkan akuntansi konvensional. Misalnya, manusia yang akan diadili di hari kiamat.

Akuntansi ini juga harus dianggap sebagai derivasi atau hisab yang menganjurkan mana yang baik dan melarang mana yang buruk. Sofyan S. Harahap mengatakan dalam bukunya bahwa pada hakikatnya akuntansi Islam ini merupakan penggunaan akuntansi dalam melaksanakan syariah Islam.

Akuntansi syariah ini memiliki dua versi. Pertama, akuntansi syariah pada zaman Rasulullah SAW dan pemerintah Islamnya, yaitu akuntansi syariah yang nyata diterapkan dalam masyarakat yang menggunakan sistem nilai dan hukum Islam. Kedua, akuntansi syariah yang muncul sekarang ketika social dan ekonomi telah dikuasai oleh sistem nilai kapitalis yang sangat berbeda dengan nilai Islam.

Kedua jenis akuntansi ini jelas berbeda caranya dalam merespon keadaan masyarakat pada masanya. Akuntansi sendiri adalah sebuah produk yang harus mengikuti segala kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang disuplainya. Kerangka konseptual akuntansi syariah ini juga dibentuk dari sebuah tujuan yang akhirnya dipakai untuk merumuskan teknik-teknik akuntansi. Berikut kerangka konseptual akuntansi syariah:

  • Syariah
  • Akuntansi syariah
  • Teknik pengukuran dan penyingkapan
  • Moral, social, ekonomi, politik
  • Manusia sebagai pemegang kuasa dan pelaksana
  • Berdasar pada moralitas dan etika yang berdasarkan hukum Tuhan

Tujuan dari akuntansi syariah sendiri adalah membantu tercapainya keadilan sosial ekonomi serta mengenal kewajiban manusia kepada Tuhannya, masyarakat, dan individu berkaitan dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi misalnya auditor, akuntan, pemerintah, pemilik, dan manajer. Sedangkan pendekatan dalam akuntansi syariah ini meliputi:

  • Pendekatan Nonteoritis, pragmatis, dan praktis
  • Pendekatan Teoretis
  • Pendekatan Induktif
  • Pendekatan Deduktif
  • Pendekatan Ekonomis
  • Pendekatan Sosiologis

Itulah sedikit informasi tentang prinsip-prinsip akuntansi syariah. Semoga bermanfaat.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ