Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Gadai SyariahGadai syariah atau pegadaian syariah adalah sebuah bentuk pegadaian yang dalam pelaksanaannya berpegang teguh pada prinsip syariah. Prinsip gadai syariah ini berpayung pada fatwa DSN-MUI No. 25/DSN-MUI/III/2002 tanggal 26 Juni 2002. Dalam fatwa ini dinyatakan bahwa pinjaman gadai dengan barang sebagai jaminannya dalam bentuk rahn diperbolehkan.

Ada dua akad transaksi dalam gadai syariah ini, yaitu sebagai berikut.

  • Akad rahn, yaitu akad yang dilakukan dengan menahan harta peminjam sebagai jaminan.
  • Akad ijarah, yaitu akad yang dilakukan dengan memindahkan hak guna barang atau jasa dengan pembayaran upah sewa. Pemindahan hak guna ini tanpa disertai dengan pemindahan kepemilikan barang.

Didirikannya pegadaian syariah ini bertujuan untuk ikut menjalankan serta menunjang pelaksanaan kebijakan serta program pemerintah dalam bidang ekonomi dan pembangunan nasional melalui penyaluran dana atau pembiayaan dengan dasar hukum gadai. Tujuan lain adalah mencegah adanya praktik ijon, pinjaman yang tidak wajar, dan pegadaian gelap. Selain itu, gadai syariah juga bertujuan dalam memanfaatkan gadai yang bebas bunga, dengan begitu masyarakat yang membutuhkan dana tidak akan lagi terjerat dengan bunga pinjaman yang tinggi.

Tugas pokok pegadaian adalah sebagai penyalur uang pinjaman yang berdasar pada hukum gadai atau usaha lain yang berkaitan dengan tujuan pegadaian itu sendiri. Tugas lainnya adalah memberi masyarakat pinjaman dengan hukum gadai dengan tujuan agar masyarakat terhindarkan dari berbagai kerugian dari lembaga keuangan nonformal.

Jenis-jenis barang yang dapat digadaikan meliputi  perhiasan, kendaraan, elektronik, peralatan rumah tangga, berbagai macam mesin atau barang lain yang bisa dianggap bernilai seperti surat-surat berharga misalnya saham atau obligasi.

Lalu apa saja kegiatan usaha dari gadai syariah ini? Pegadaian syariah ini memiliki berbagai kegiatan usaha, antara lain:

  • Penghimpunan dana, yang berasal dari pinjaman jangka pendek baik dari bank atau dari pihak lain, penerbitan obligasi, dan modal sendiri.
  • Penggunaan dana, yang digunakan untuk uang kas, pembelian atau pengadaan inventaris dan aktiva tetap, pendanaan berbagai kegiatan operasional, penyaluran dana, serta bentuk investasi lain yang sesuai dengan hukum gadai dan syariat Islam.
  • Produk dan jasa pegadaian, yang meliputi pemberian pinjaman dengan dasar hukum gadai dan syariat Islam, serta penaksiran atas nilai barang. Penaksiran barang ini dilakukan berhubung dalam pegadaian terdapat syarat penyerahan barang sebagai bentuk jaminan. Dengan begitu, jumlah pinjaman akan tergantung dari nilai barang jaminan. Sebelum peminjam meminjam dana, barang jaminan ini akan ditaksir terlebih dahulu oleh petugas taksir. Baru peminjam boleh meminjam dana kurang dari taksiran atas sesuai dengan taksiran. Petugas penaksir ini merupakan orang-orang yang telah mendapatkan pelatihan secara khusus dan pengalaman yang cukup dalam menaksir barang di pegadaian. Jadi, Anda tidak usah khawatir barangnya ditaksir kurang dari nilai barang tersebut.

Gadai syariah memang bisa menjadi salah satu alternative masyarakat dalam mencari solusi bagi kebutuhan dananya. Semoga bermanfaat.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ