Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Ketika seseorang hendak mendirikan sebuah usaha yang memiliki badan hukum, maka ia harus memiliki surat izin tempat usaha (SITU), surat gangguan, surat izin usaha perdagangan, NPWP, tanda daftar perusahaan, rekening bank, serta AMDAL. Dari sekian surat yang harus dimiliki, berikut ini akan dijelaskan prosedur dalam pembuatan Surat Izin Tempat Usaha (SITU).

Izin Tempat UsahaSurat Izin tempat usaha ini merupakan surat pemberian izin untuk mendirikan tempat usaha yang tidak akan mengganggu atau merusak lingkungan sekitar. Surat izin ini dikeluarkan oleh kotamadya atau kabupaten. Jangka waktu surat ini sekitar 5 tahun, jadi surat ini harus diperpanjang tiap 5 tahunnya.

Dasar dan sanksi hukum kepemilikan SITU ini berbeda-beda di tiap daerah. Namun, biasanya sangsi umum jika tidak memiliki SITU adalah ditutupnya kegiatan usaha.

Prosedur pembuatan SITU yang harus Anda lakukan antara lain:

  • Ajukan permohonan pembuatan SITU kepada camat atau bupati setempat. Lampirkan juga dalam surat permohonan tersebut berbagai persyaratan administrasi.
  • Jika di kabupaten atau kecamatan Anda ada Kantor Pelayanan Perizinan Satu Atap, maka surat permohonan ini bisa diajukan melalui kantor tersebut.
  • Pada tahap selanjutnya, petugas akan mengecek keberadaan tempat usaha Anda. Mereka akan mencocokkan data dengan keadaan di lapangan. Jika ternyata dirasa ada ketidakcocokan, maka Anda akan diberi pengarahan.
  • Bila semua persyaratan telah sesuai, Anda harus membayar sejumlah uang sebagai retribusi kepada pemerintah, lalu SITU Anda akan terbit dalam waktu 2 minggu.

Jika Anda sudah memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU), bukan berarti Anda bebas begitu saja. Ada serangkaian kewajiban yang harus Anda lakukan sebagai pemilik SITU. Kewajiban-kewajiban tersebut antara lain:

  • Melaksanakan kegiatan usaha maksimal satu bulan saja SITU Anda terbit.
  • Menyediakan alat pemadam kebakaran atau tanda bahaya di tempat usaha Anda.
  • Menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan sekitar tempat usaha, serta segera menanggulangi jika terdapat pencemaran lingkungan sebagai akibat dari usaha Anda.
  • Menyediakan P3K di tempat usaha Anda.
  • Membuat perpanjangan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) maksimal 2 minggu sebelum masa berlaku SITU Anda habis.
  • Bersedia dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang berwenang.
  • Menjalankan petunjuk serta perintah dari instansi terkait dengan tanggung jawab penuh.
  • Jika usaha Anda akan ditutup, laporkan hal ini kepada bupati setempat maksimal 2 bulan setelah usaha Anda ditutup.
  • Tidak mempergunakan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) sebagai jaminan untuk daerah yang akan digunakan oleh pemerintah.
  • Melapor pada bupati jika usaha Anda tidak sesuai dengan SITU atau Anda tidak melakukan usaha tersebut sama sekali.
  • Jika Anda tidak melakukan usaha dalam jangka waktu 1 tahun, maka SITU Anda akan dicabut.

Demikianlah sekilas informasi tentang pembuatan surat izin tempat usaha. Semoga bermanfaat bagi anda yang berniat untuk membuat SITU untuk usaha Anda.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ