Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Saat Anda membeli sembilan bahan pokok, buku atau peralatan kantor, atau bahkan mobil, berarti Anda telah melakukan suatu transaksi dengan pengecer atau perusahaan dagang. Sebagai sebuah perusahaan dagang yang melayani penjualan dan pembelian barang-barang yang mereka usahakan, mereka harus menyiapkan suatu sistem yang bisa mencatat seluruh kegiatan mereka baik pengiriman atau penerimaan barang. Semua informasi harus tercatat jelas dan rinci sehingga perusahaan tersebut bisa mengetahui kondisi keuangan dan ketersediaan barang yang diusahakannya, sistem ini dikenal sebagai akuntansi perusahaan dagang.

Akuntansi Perusahaan Dagang Perbedaan perusahaan dagang dengan perusahaan yang lain adalah bahwa mereka melakukan kegiatan usaha dengan membeli barang dan menjualnya kembali untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Dalam menjual kembali barang-barang tersebut mereka tidak mengolah kembali barang yang mereka beli sebelumnya. Dengan demikian sistem akuntansi atau pembukuan untuk perusahaan lain dengan akuntansi perusahaan dagang pasti akan sangat berbeda

Ciri-ciri Perusahaan Dagang:

Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa perusahaan dagang akan mendapatkan keuntungan dari penjualan kembali barang yang mereka beli dengan harga yang lebih tinggi. Tentu saja jenis usaha perusahaan dagang ini berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan pokoknya adalah:

  • Perusahaan dagang menjual barang nyata atau ada wujudnya. Barang itu bisa berupa barang mentah, barang setengah jadi maupun barang jadi. Barang itu bisa berupa barang perkebunan, pertanian, atau pertambangan. Bisa juga barang tersebut adalah barang industri.
  • Perusahaan dagang tidak pernah melakukan proses pengolahan atas barang yang mereka beli. Mereka mendapat keuntungan dari menjual kembali dengan harga yang lebih tinggi.
  • Sementara kegiatan-kegiatan utama perusahaan dagang adalah sebagai berikut: melakukan pembelian barang atau jasa dari supplier sehingga mendapatkan harga yang lebih rendah dari harga pasar. Inilah yang memungkinkan perusahaan dagang mendapatkan laba dari usahanya. Kegiatan kedua adalah melakukan penyimpanan barang. Mereka membeli barang-barang dalam jumlah besar dan menyimpannya di gudang selama beberapa saat sebelum dijual kembali kepada konsumen. Kegiatan terakhir adalah penjualan barang di mana dari kegiatan inilah mereka mendapatkan keuntungan.

Sistem Akuntansi Perusahaan Dagang :

Jika suatu perusahaan dagang menerapkan penjualan tunai, Sistem akuntansi perusahaan dagang-nya digunakan untuk mengontrol pengeluaran dan pemasukan. Sistem akuntansi ini juga bisa menampilkan laporan keuangan yang lengkap, jelas, akurat, dan update. Dengan sistem akuntansi tersebut, perusahaan dagang akan memiliki prosedur tersendiri dalam sistem yang telah dibuatnya. Mereka juga akan memiliki fungsi-fungsi yang jelas, dan memiliki dokumen yang diperlukan dalam setiap kegiatannya. Karena menganut sistem tunai, perusahaan dagang akan mewajibkan para konsumennya untuk membeli secara tunai dengan menyerahkan uang terlebih dahulu sebelum barang diserahkan. Transaksi ini dicatat dalam sistem akuntansi secara jelas.

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ