Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Pernah mencoba menghitung besarnya pajak penghasilan Anda? Dalam slip gaji, biasanya akan tercantum berapa pajak penghasilan yang dipotong dari gaji bulanan Anda. Namun, pernahkah Anda bertanya seperti apa sih perhitungan pajak penghasilan ini hingga didapat angka-angka tersebut? Simak penjelasannya berikut.

Pajak adalah sebuah kewajiban setiap warga negara dalam hal pembiayaan pembangunan negara yang telah diatur dalam Undang-Undang serta peraturan pemerintah. Beberapa jenis pajak yang sering dikenal banyak orang adalah pajak bumi dan bangunan, pajak penjualan barang mewah, pajak kendaraan bermotor, pajak penghasilan, dan lain-lain.

Perhitungan Pajak PenghasilanPajak merupakan salah satu sumber penghasilan negara. Jika kita tidak membayar pajak, maka penghasilan negara akan berkurang. Lalu, dipakai untuk apa pajak yang kita bayar? Pajak yang kita serahkan pada negara akan digunakan untuk pembangunan negara, misalnya mendirikan atau memperbaiki fasilitas umum seperti jalan raya, rumah sakit, tempat beribadah, dan lain-lain.

Khusus untuk pajak penghasilan, ternyata kita bisa menghitungnya sendiri. Informasi perhitungan pajak penghasilan ini bertujuan agar Anda mengetahui berapa jumlah pajak penghasilan yang harus Anda setorkan ke negara. Berikut perhitungannya.

  • Pertama, hitung penghasilan kotor Anda. Penghasilan kotor ini adalah seluruh penghasilan yang Anda dapatkan dalam sebulan. Penghasilan kotor ini meliputi gaji pokok, uang lembur, tunjangan, serta premi asuransi yang ditanggung perusahaan.  Premi jaminan kecelakaan kerja nilainya 5% dari gaji, sedangkan premi jaminan kematian nilainya 0,3% dari gaji.
  • Langkah selanjutnya adalah menghitung potongan-potongan gaji, seperti biaya jabatan serta iuran pensiun. Besar dari potongan biaya jabatan adalah 5% dari penghasilan bruto. Namun, biasanya biaya jabatan ini tidak lebih dari Rp. 500.000,-.
  • Setelah didapat jumlah penghasilan kotor dan potongan-potongan, selanjutnya adalah hitung penghasilan bersih Anda dengan cara mengurangi penghasilan kotor dengan potongan-potongan. Hasil dari pengurangan inilah yang disebut dengan penghasilan bersih.
  • Setelah didapat penghasilan bersih, kalikan besarnya penghasilan bersih tersebut dengan 12 bulan, sehingga didapat penghasilan bersih per tahun. Lalu kurangkan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang berlaku pada tahun 2013. Hasil dari pengurangan ini yang disebut dengan Penghasilan Kena Pajak. Misalnya, dalam 1 tahun, penghasilan Anda Rp. 110.160.000,-, dikurangi Rp. 26.325.000,00, hasilnya Rp. 83.835.000,-.
  • Langkah selanjutnya adalah menghitung kewajiban pajak, yaitu sebesar 5% x Rp50.000.000,00 + 15% x (Rp83.835.000,00 – Rp50.000.000,00) = Rp. 7.575.250,-. Berarti, dalam satu tahun Anda harus membayar pajak sebesar Rp. 7.575.250,-, atau Rp. 631.271,- per bulan. Berarti, dalam satu bulan penghasilan Anda akan dipotong sebesar Rp. 631.271,-.

Nah, itulah informasi mengenai perhitungan pajak penghasilan. Semoga bisa menambah wawasan Anda tentang perpajakan. Mau mencoba mempraktikkan nya? Silahkan mencoba…

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ