Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

BPR Syariah adalah salah satu  lembaga keuangan syariah yang memiliki pola operasional yang sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah dan syariah Islam. Pendirian BPRS ini bertujuan untuk hal-hal berikut.

  • Meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat Muslim khususnya masyarakat dengan ekonomi lemah yang berasa di pedesaan.
  • Sumber permodalan untuk pengembangan usaha-usaha masyarakat ekonomi lemah, agar mampu meningkatkan pendapatan mereka.
  • Memperluas lapangan kerja sehingga mampu mengurangi arus urbanisasi.
  • Membina ukhuwah Islamiah dengan kegiatan ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
BPR Syariah

BPR Syariah

Sebagai mana lembaga keuangan syariah lainnya BPRS pun memberikan pelayanan berupa jasa keuangan yang sama dengan bank syariah lain. Namun, BPRS ini hanya bisa melaksanakan bentuk-bentuk usaha berikut.

  • Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan atau tabungan berupa deposito atau bentuk lain yang sama.
  • Memberikan layanan kredit.
  • Memberikan layanan pembiayaan serta penempatan dana sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan yang telah ditetapkan BI.
  • Menepatkan dana dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia, sertifikat deposito, deposito berjangka, atau tabungan pada bank lain.

Dengan bentuk-bentuk usaha tersebut, BPR Syariah menawarkan beberapa produk. Produk-produk tersebut adalah sebagai berikut.

Mobilisasi Dana Masyarakat, yang meliputi:

  • Simpanan amanah. BPRS akan menerima titipan berupa zakat, shadaqah, dan infak. Akad yang digunakan adalah wa’diah, yaitu titipan yang tidak mengandung resiko. Bank akan memberikan profit bagi hasil.
  • Tabungan wadi’ah. BPRS menerima tabungan pribadi dengan akad wa’diah. Pihak BPRS akan memberikan profit harian yang dibaya per bulan.
  • Deposito wadi’ah / deposito mudharabah. Bank menerima deposito baik dari pribadi maupun badan usaha. Akad yang digunakan adalah wa’diah atau mudharabah.

Penyaluran Dana

  • Pembiayaan mudharabah, yaitu perjanjian antara pemilik dana dengan bank dengan keuntungan dibagi sesuai kesepakatan.
  • Pembiayaan musyarakah. Perjanjian antara bank dengan pemilik modal, dimana modal dari keduanya digabungkan untuk usaha bersama. Keuntungan sesuai dengan kesepakatan.
  • Pembiayaan bai bitsaman ajil, yaitu jual beli dimana bank memberikan dana talang lulu, baru kemudian nasabah membayar harga pokoknya beserta keuntungan yang sudah disepakati.
  • Pembiayaan murabahah, yaitu perjanjian dimana bank menyediakan biaya untuk modal yang kemudian dibayar senilai harga jual bank.
  • Pembiayaan qardhul hasan, yaitu perjanjian dimana bank menerima pembiayaan kebajikan, dan nasabah hanya membayar pokoknya saja. Bank akan menganjurkan nasabah memberikan ZIS.
  • Pembiayaan Istishna’, yaitu semacam kredit syariah.
  • Pembiayaan Al-Hiwalah, yaitu hutang nasabah diambil alih oleh pihak ketiga setelah jatuh tempo karena nasabah tidak mampu membayar tagihan.

Demikianlah sekilas tentang BPR syariah. Sebagai umat Muslim, memang sebaiknya kita memilih lembaga keuangan yang sesuai dengan syariat Islam agar lebih berkah. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

 

Artikel ini Bermanfaat? Share Sekarang..Tweet about this on TwitterShare on Google+Share on Facebook

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Home | Blog | Order | Free Download | Video Tutorial | Contact Us
Kebijakan Kami | EULA | Tentang Kami | Syarat & Ketentuan | FAQ